GURU HONORER TAK DI PHK TAPI GAJI AKAN TERUS DI POTONG HINGGA 50 PERSEN

Assalamualaikum....wr...wb..Salam sejahtera untuk Kita semua semoga tetap dalam keadaan sehat dan baik. Jika para Guru honorer tidak ingin di Rumahkan atau di PHK, maka gaji Guru Honor akan di pangkas 50 Persen.

Peralihan SMA/SMK dari kota/kabupaten ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) benar-benar membuat para guru khawatir, terlebih yang berstatus guru honorer. Sebab, peralihan tersebut juga akan bersamaan dievaluasinya tenaga honorer yang berpotensi dirumahkan.

Image result for guru honor menangis

Kepala SMAN 2 Tarakan, Sudarsono mengatakan tidak akan merumahkan para tenaga honor baik guru dan non guru tetapi konsekuensi yang harus dialami tenaga honor, gaji mereka bisa saja tidak lagi sesuai gaji sebelum dialihkannya ke provinsi.

“Untuk bulan ini kami masih sanggup membayar Rp 600 ribu saja, nantinya kalau sudah normal kembali kekurangannya akan ditambahkan,” ujar Sudarsono.

Sebelumnya, SMAN 2 Tarakan telah melakukan langkah untuk tetap memberikan honor dengan meggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang kisaranya bisa per anak Rp 1 juta, jika dialokasikan 10 persen maka dapat dibagi untuk membantu membayarkan tenaga honorer.

“Kalau itu sudah ada diperbolehkan maka kami akan mengambil untuk menggaji teman-teman itu dari BONAS dan BOS provinsi,” Katanya.

Lanjut Sudarsono, tahun lalu untuk pembayaran guru honor diambil dari dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) Kota Tarakan. Karena tahun ini semua diambil alih provinsi maka pihaknya sampai saat ini belum mengambil langkah apapun.

“Sambil menunggu dari juknis Bosnas dan Bos provinsi yang sudah final baru akan kami tindaklanjuti,” kata Sudarsono.

Salah seorang tenaga honor non guru SMAN 2 Tarakan, Sabar (38), mengatakan dirinya merasa khawatir akan nasibnya setelah dialihkannya pengelolaan SMA/SMK ke provinsi, tak hanya itu saat ini honor yang dia terima selama belum ada aturan di provinsi, para honor harus siap dipangkas 50 persen yang awalnya Rp 1 juta 2 ratus, kini menjadi Rp 650 ribu.

“Bayangkan saja saya punya anak lima harus beli beras, selain itu susu untuk anak saya yang masih kecil, itupun saya sudah lakukan penghematan,” kata Sabar.

Karena tuntutan ekonomi, Sabar, harus bekerja serabutan pada paruh waktu untuk memiliki penghasilan lain agar bisa menutupi biaya hidupnya dan keluarga. “Kalau hanya dari gaji yang kecil itu (honor), tak cukup untuk bayar air, listrik dan kebutuhan pokok lainnya lagi,” ujar Sabar.


Demikian beritanya semoga bermanfaat,amiiin.

Comments