TEROBOSAN BARU, APLIKASI UJIAN ONLINE DENGAN MELALUI SMARTPHONE

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh

Selamat Pagi

Sinarberita.com - Informasi seputar perkembanagn dunia pendidikan tanah air kembali akan kami bagikan secara terupdate dan ekslusif kepada seluruh rekan pengunjung lebih khususnya yang berada dalam lingkungan pendidikan tanah air.

Banyaknya kendala dalamUjian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) membuat SMA 1 Balikpapan putar otak. Terobosan pun dilakukan. Sistem ujian online tidak perlu dari perangkat komputer, melainkan diakses dari smartphone. Tak ribet, praktis dan bisa digunakan secara bersamaan tanpa mengantre.

Gambar Ilustrasi

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dalam tiga tahun terakhir sudah mencanangkan program UNBK. SMA 1 Balikpapan menjadi salah satu sekolah yang turut melaksanakan UNBK di tahun pertama. Ternyata, sebelum UNBK diberlakukan, sekolah ini sudah terlebih dahulu menggunakan sistem ujian online.

Caranya dengan memanfaatkan server dan jaringan lokal sekolah. Siswa mampu mengakses soal melalui komputer dan mengerjakan ujian secara online. Aplikasi tersebut dinamakan Computer Assessment Test (CAT). Guru Teknik Informasi dan Komunikasi (TIK) SMA 1 Nafik Doni Agustan menyebutkan, sistem ujian online tersebut sudah berjalan kurang lebih lima tahun terakhir.

Seiring berjalannya waktu, Nafik terus melakukan pengembangan pada aplikasi ciptaannya. Terakhir, pria yang juga bertindak selaku Proktor SMA 1 Balikpapan berhasil membuat program tersebut diakses dari handphone (HP). Proktor merupakan orang yang bertanggungjawab mengendalikan server sebuah sekolah. “SMA 1 sudah menggunakan sistem online baik untuk ujian harian maupun ujian semester. Sehingga dengan adanya sistem UNBK, siswa tidak lagi merasa kesulitan,” katanya.

Dia menuturkan, ide tersebut berkembang ketika melihat kendala pelaksanaan UNBK. Sejauh ini masalah masih berkutat di kebutuhan sarana prasarana. Seperti kurangnya perangkat komputer, teknisi, dan sebagainya. Kemudian, tercetus pemikiran untuk menciptakan aplikasi ujian online melalui HP. “Hampir semua siswa punya HP, jadi kenapa tidak digunakan untuk hal yang positif. Siswa bisa gunakan HP masing-masing untuk ujian. Ini sangat membantu dan memudahkan proses ujian,” ucapnya.

Menurutnya, jika hanya terpaku dari ketersediaan perangkat laboratorium. Siswa harus bergantian agar dapat mengikuti ujian. Berbeda jika ujian tersebut dapat diakses melalui HP, siswa dapat menggunakannya serempak di saat yang bersamaan. Baik untuk siswa kelas X sampai kelas XII.  “Kalau tes online dari komputer sudah ada beberapa sekolah punya, saya coba buat yang beda dengan memanfaatkan HP. Aplikasi dari HP ini sudah digunakan selama satu semester terakhir. Bisa untuk ujian harian sampai ujian semester secara online,” imbuhnya.

Menariknya, aplikasi CAT dapat digunakan dalam dua versi. Pertama, akses aplikasi di dalam area lokal sekolah. Kedua, dari luar area sekolah. Seperti di rumah. Prosedur untuk CAT area lokal sekolah sebagai berikut, siswa cukup mengakses alamat IP address sekolah. Dengan link 192.168.0.250 atau dengan mengetik URL cbt_smansa dari browser Google Chrome.

Selanjutnya setelah masuk ke aplikasi, siswa dapat mengisi nomor ujian dan password untuk dapat menjalani ujian online.

Sehingga akan lebih mudah dan praktis, siswa tak perlu mengantre di laboratorium untuk ujian. Juga tidak perlu lagi menggunakan kertas sebagai lembar jawaban. Mereka cukup berada di kelas dan memanfaatkan HP masing-masing. “Kalau mengakses aplikasi di area lokal sekolah, tidak perlu menggunakan koneksi internet. Biaya pengembangan aplikasi ini relatif murah, hanya perlu komputer server dengan fasilitas wifi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, aplikasi juga dapat diakses di luar sekolah. Biasanya siswa menggunakan untuk program remedial karena tidak ada pengawas. Nafik mengaku, alasannya mengembangkan aplikasi ini bertujuan untuk memberikan fasilitas yang terbaik untuk siswa. Selain itu, dirinya sendiri memang hobi menjadi programmer. Selama pengembangan CAT dari komputer ke HP, pria berkacamata tersebut membutuhkan waktu sekitar 2 bulan.

“Sebenarnya bisa lebih cepat, tetapi memang saya garap sambil mengerjakan tugas utama yaitu mengajar. Kesulitannya yaitu menentukan device agar bisa saling terkoneksi dan support,” ungkapnya. Pihak sekolah berencana untuk segera melakukan launching aplikasi CAT itu. Dia mengaku, saat ini masih dalam persiapan. Selanjutnya, Nafik berharap aplikasi akan terus mengalami pengembangan. Misalnya dengan penambahan fitur gadget yang bisa di unduh melalui play store.

“Sehingga memudahkan pengguna untuk mengakses aplikasi. Tentu didukung dengan tingkat security yang aman. Harapannya ke depan ada banyak sekolah yang menggunakan dan memanfaatkan aplikasi seperti ini,” tutupnya.
(Sumber : prokal)

Download Aplikasi SUMBER INFORMASI PGRI di HP Android Anda Untuk Dapatkan Berita Terbaru Seputar Pendidikan dan Profesi Keguruan Setiap Hari, Silakan Instal Aplikasinya https://play.google.com/store/apps/SumberInformasiPgri


Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspagenya dan tetap kunjungi situs kami di www.sinarberita.com. Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.. Untuk info terbaru lainya silakan kunjungi laman DISINI

Comments